Merengkuh Jingga
aku melihat jingga
di kedua bola mata
tempat rindu terpenjara
aku melihat jingga
dibalik bangunan kota
tempat kita bertatap muka
aku melihat jingga
menghias begitu merona
dalam hamparan langit senja
sungguh, aku melihatnya
sekalipun di sudut-sudut kota
dimana harapan mati dengan sia-sia
namun sudah sepekan ini aku kehilangannya
mendung ini menjadikannya tiada
bersembunyi tanpa ada yang tahu ia dimana
ingin rasanya aku merengkuh senja
sama seperti keinginanku untuk kau sadari sedikit saja
bahwa sekeras apapun kau meminta
yang telah pergi takkan pernah kembali tanpa kemauannya
(dan yang perlu kau lakukan hanyalah menunggu hujan hingga reda,
dengan begitu mungkin jingga akan segera merencanakan kedatangannya.)
—s.d.u






0 comments