Senandung Maaf

by - October 03, 2015

aku menunggumu dalam gulita
menjaga diri tuk tetap terjaga
agar saat kau butuh aku ada
walau hanya lewat kata

tapi kau tak pernah lagi menyapa
hingga datanglah pagi buta
dan aku pun lelah terjaga
waktuku terbuang sia-sia

maafkan,
aku tak kuasa untuk bicara
aku terperangkap dalam tanya
yang takkan pernah kutemukan jawabnya

untukku,
hanya dengan melihat kau disana
sudah cukup membuatku bahagia

maafkan,
ini memang sungguh menyiksa
tapi aku tak mau memaksa
terlebih tentang siapa yang kau cinta

yang aku tahu,
semua mimpiku terasa nyata
saat kau berada didalamnya

yang aku tahu,
kita sama-sama menyukai rangkaian kata
dan dengan itu pula aku akan mencinta
merajutnya rapih dalam sebuah prosa
untuk kemudian kan kau baca

dan yang kau tak tahu,
aku adalah seorang pecandu luka
pencinta hujan di sudut mata
walaupun langit sedang jingga

sekali lagi maafkan,

aku memendam rasa

—s.d.u

You May Also Like

0 comments